Laman

Sabtu, 27 Oktober 2012

Danau Strawberry Di Afrika

Sebuah perahu terapung di atas permukaan air danau yang warnanya menyerupai milkshake strawberry. Perahu tersebut berputar-putar di atas Danau Retba, sebuah kawasan perairan besar di Senegal. Tahukah Anda kenapa airnya berubah menjadi warna pink? Seorang ahli biologi, Michael Danson, seorang profesor di bidang bio-kimia dari Universitas Bath Inggris mengatakan:” Air di Danau Retba berubah karena mengandung bakteri yang tinggi dan peningkatan kadar garam yang dimilikinya.”




Seperti Laut Mati yang berada di kawasan Timur Tengah, para perenang dengan mudah dapat terapung tanpa merasa takut tenggelam.


Profesor Danson menambahkan: ” Warna strawberry tersebut berasal dari organisma Dunaliella salina yang senantiasa memproduksi garam. Mereka menghasilkan pigmen merah yang berfungsi untuk menyerap dan menggunakan sinar matahari untuk menghasilkan energi, hal itulah yang menyebabkan air danau berwarna pink. Danau seperti Retba dan laut Mati, yang memiliki kandungan garam tinggi dianggap tidak memiliki kehidupan di dalamnya. Namun sebenarnya terdapat organisme dan mahluk lainnya yang hidup di dalamnya."

Minggu, 21 Oktober 2012

Yuk… Jalan-Jalan ke Museum Manga Internasional Jepang

Museum Manga Internasional Kyoto, Jepang. Lokasinya menempati bekas Sekolah Dasar Kyoto Tatsuike di distrik kota Nakagy yang sebagian telah dibangun ulang.

Museum diresmikan pada 25 November 2006 sebagai museum manga terpadu yang pertama di Jepang. Koleksinya berupa 200 ribu manga terbitan dalam negeri Jepang dan manga terbitan luar Jepang. Selain itu, museum ini juga menyimpan majalah dari zaman Meiji dan buku bekas milik kios penyewaan buku dari zaman seusai Perang Dunia II, manga populer dari zaman sekarang, dan manga dari berbagai negara di dunia.


Sejak awalnya, museum ini merupakan kerja sama antara pemerintah kota Kyoto yang menyediakan tanah dan gedung dan Jurusan Manga Universitas Kyoto Seika. Museum sekarang dikelola oleh dewan pengelola yang terdiri dari wakil universitas dan pemerintah kota.

Sebagai kepala kehormatan museum ditunjuk ahli anatomi Takeshi Yoro yang dikenal menulis buku berjudul Baka no Kabe. Museum mempekerjakan 4 peneliti spesialis sejarah seni dan sejarah pemikiran zaman modern.

Museum antara lain memiliki zona galeri, zona penelitian, zona penyimpanan koleksi, ruang pameran tetap, dan ruang pameran istimewa.

Atraksi utama berupa “Dinding Manga” yang diisi dengan sekitar 50 ribu jilid manga yang diterbitkan mulai tahun 1970-an dalam rak sepanjang 140 meter. Pengunjung bisa membawa manga untuk dibaca di halaman rumput museum. Tiket berlaku sehari penuh yang memungkinkan pengunjung bebas keluar masuk museum selama 1 hari.

Di antara koleksi bersejarah yang dimiliki museum:
Majalah Japan Punch yang diterbitkan kartunis Inggris Charles Wirgman di Yokohama (1862-1887).

Majalah manga pertama yang diterbitkan orang Jepang, Eshinbun Nihonchi pada tahun 1874.

Majalah manga pertama khusus untuk anak-anak, Shounen Pakku yang diterbitkan tahun 1907


Museum Tampak dari Luar





Bagian Taman


Bagian Dalam Musem






Sabtu, 20 Oktober 2012

Pesona Gua Es Skaftafell Yang Sangat Indah

Gua Skaftafell terletak di Laguna Beku Syinafellsekull Gletser di Islandia. Sedikitnya cahaya matahari yang masuk ke alam gua membuat air di dalam gua yang berhawa dingin itu membeku sehingga menjadi gletser. Dengan cahaya matahari yang sedikit menerangi, gua tersebut tampak berkilau dan memberikan warna yang luar biasa indahnya.




Rabu, 17 Oktober 2012

Kisah Unik Ayam Tanpa Kepala

10 September 1945, seorang petani bernama Lloyd Olsen di daerah Fruita, Colorado, Amerika Serikat sedang menunggu kunjungan ibu mertuanya untuk makan malam bersama di rumahnya. Istrinya menyuruhnya untuk menangkap dan menyembelih seekor ayam peliharaannya untuk dijadikan sajian. Ia memilih seekor ayam jantan berumur 5.5 bulan, dan dengan sebuah kapak ia mencoba menyembelihnya seperti yang telah sering ia lakukan.

Dengan hati-hati Mr. Olsen menyembelihnya dengan berusaha untuk tidak merusak tulang leher si ayam, karena ia tahu itu adalah kesukaan sang ibu mertua. Setelah itu keadaan masih berjalan normal dengan si ayam menggelepar-gelepar seperti layaknya ayam yang baru saja disembelih. Namun anehnya setelah ditunggu beberapa lamanya si ayam bukannya mati, justru melanjutkan aktifitasnya sebagai seekor ayam yang tidak mengalami apa-apa. Ayam yang telah tidak memiliki kepala ini bertingkah seperti layaknya seekor ayam yang sehat berkeliaran, merenggangkan sayapnya dan bahkan mencoba untuk mematuki tanah mencari makanan dengan lehernya yang telah buntung. Ia juga berusaha berkokok walaupun yang terdengar hanyalah suara geraman yang berasal dari sebagian tenggorokannya yang tersisa.


Keesokan harinya ternyata ayam ini masih hidup, dan Mr. Olsen berniat untuk merawatnya dengan menyuapinya makanan dan minuman yang dibutuhkan si ayam untuk bertahan hidup. Ia memberi nama si ayam Mike. Seminggu kemudian Mr. Olsen membawa Mike ke University of Utah di Salt Lake City sejauh 250 mil untuk diteliti. Di situ diketahui bahwa kapak jagal Mr. Olsen tidak mengenai jugular vein (pembuluh darah dari otak menuju jantung) yang membuat jaringan otak dan satu telinga Mike tidak terputus. Dan karena reaksi seekor ayam sebagian besar diatur oleh jaringan otak ini, Mike dapat beraktifitas seperti biasa walaupun telah kehilangan kepala. Sebuah gumpalan menyelamatkan Mike untuk tidak mengalami pendarahan hingga mati.
Mike bertahan hidup selama 18 bulan ke depan, dan menjalani "karir" sebagai bintang pertunjukan yang sangat populer saat itu dan dijuluki The Wonder Chicken, ayam ajaib. Di masa jayanya Mike dapat menghasilkan uang sebanyak $4,500 (nilai ini setara dengan $48,000 saat ini, sekitar Rp450 juta jika dirupiahkan) dalam sebulan dari pertunjukannya.


Pada Mei 1947, di sebuah motel di Phoenix, Arizona Mike mengalami kesulitan bernafas. Sehari sebelumnya Mr. Olsen tanpa sengaja meninggalkan peralatan makan dan bersih-bersih Mike di sebuah pertunjukan, sehingga ia tidak berhasil menyelamatkan nyawanya. Untuk mengenangnya didirikan sebuah organisasi bernama Mike The Headless Chicken yang secara rutin merayakan Hari Mike Si Ayam Tanpa Kepala (Mike The Headless Chicken Day) setiap minggu ketiga bulan Mei, mulai 1999 hingga sekarang.

Sabtu, 13 Oktober 2012

Cooper, Seekor Kucing Yang Menjadi Fotografer

Seekor kucing bernama Cooper baru-baru ini menerbitkan karya-karya hasil jepretannya dalam sebuah buku. Foto-foto kucing asal Seattle, Amerika Serikat ini pun mendapat sambutan dari sejumlah pecinta binatang. 


Cooper adalah seekor kucing biasa berusia 4 tahun yang tinggal di Seattle. Yang tidak biasa darinya adalah setiap seminggu sekali ia mengenakan sebuah kamera digital pada ikat lehernya, yang mana akan mengambil gambar secara otomatis setiap 2 menit sekali.

Seperti dilansir dari photographercat.com, pasangan yang mengasuh Cooper, Deirdre dan Michael Cross, menempelkan kamera di leher Cooper. Setiap dua menit sekali, kamera ini otomatis akan mengambil gambar. Dan, Cooper pun siap beraksi.

 
Melalui foto-foto Cooper ini, dunia bisa melihat tempat-tempat mana saja si kucing pergi, mulai interaksi dengan binatang peliharaan tetangga, bahkan sampai perubahan cuaca, dan tentunya dari sudut pandang seekor kucing berusia lima tahun ini.

Dalam buku ini, Cooper yang berjenis American Shorthair ini ikut memberikan komentar dan tips. Sejumlah media massa di sana pun memberikan komentar atas penerbitan buku ini.
"Pernahkah anda bayangkan apa yang dilakukan kucing saat anda tidak ada? Ini adalah setahun dalam hidup seekor kucing."– GOOD MORNING AMERICA

“Deirdre dan Michael Cross menaruh kamera pada leher kucing mereka dan secara otomatis mengambil gambar setiap dua menit sekali. Sudut pandang Cooper akan dunia sangat berbeda dengan kebanyakan yang dilihat orang."– ANIMAL PLANET’s “CATS 101”
“Cooper… si kucing fotografer pertama!” – IN TOUCH WEEKLY











Hasil Foto Si Kucing










Rabu, 10 Oktober 2012

Es Krim Anti Leleh Dari China

Bagaimana mungkin es krim tidak akan leleh jika tidak dimasukkan ke kulkas? Ternyata China yang membuat inovasi tersebut.

Es krim yang bernama “Banana” yang diproduksi oleh Nestle ini bukan rasanya pisang melainkan cara makannya yang seperti memakan pisang. Es krim ini berbentuk silinder yang panjang dan berwarna kuning. Bagian luarnya terbuat dari gelatin berwarna kuning yang bisa dikupas. Jika dikupas, isinya adalah es krim dengan rasa vanilla.
Seorang reporter dari Jepang mencoba membuktikan fakta tersebut. Ia pergi ke Cina dan mengetes menjemur es krim tersebut dibawah sinar matahari. Muali dari pukul 15.40 sampai 18.50 waktu daerah China.
Reporter terus mengamati es krim tersebut dan es krim tersebut tidak meleleh.



Ia pun mengambil es krim tersebut dan membuka lapisan gelatin kuning. Dan ternyata bagian dalamnya es krim vanilanya mencair dan tumpah ke jalanan.
Ternyata lapisan gelatinlah yang tidak lumer, tetapi es krim vanilla bagian dalam lapisan gelatin tetap mencair seperti es krim biasa.
Nestle mungkin bukan perusahaan yang pertama membuat es krim anti leleh. Namun karena idenya yang brilliant, Nestle mendapatkan angka penjualan tertinggi karena idenya yang cemerlang dan berbeda dari perusahaan es krim lainnya.

Uniknya Hotel Boneka di Chicago

Hotel di chicago yang satu ini memang unik karena hotel ini berusaha mewujudkan impian setiap gadis kecil dengan menyediakan program menginap dengan American Doll. Biasanya anak perempuan menyukai boneka dan di hotel ini mereka bisa memanjakan diri mereka bersama boneka favorit.

Boneka yang diciptakan pada 1986 menghadirkan seri ‘Bitty Baby’ dengan karakter dewasa termasuk Caroline, boneka pemberani yang membantu keluarganya mengamankan diri dari perang pada 1812 dan Julie seorang gadis yang tumbuh di San Francisco di tahun 70-an yang doyan bersenang-senang.


Para gadis cilik yang mendaftar untuk paket American Girl Place akan mendapatkan kamar yang dipenuhi karakter American Girl lengkap dengan tempat tidur bertema boneka di embassy suites downtown chicago.

Tak hanya itu paket menginap juga termasuk menghadiri jamuan teh di sore hari, sesi untuk hair styling dan juga pemotretan di toko american girl place dekat michigan avenue.

Harga yang harus dibayar cukup mahal yaitu mulai dari sekitar 240 pounds per malam untuk dua orang dewasa, satu anak, dan, satu boneka.

Uniknya lagi American Girl bahkan memiliki rumah sakit boneka yang menawarkan pelayanan kesehatan. Misalkan pembersihan kulit, penyikatan rambut, kostum rumah sakit, dan sertifikat yang menyatakan bahwa tidak ada operasi besar yang diperlukan.

Hotel unik ini memang benar-benar memanjakan impian dari seorang anak perempuan, asalkan jangan berlebihan saja. Anda tertarik membawa anak anda ke hotel ini?